Lasted Post

Analisis Kultivasi Berdasarkan Paradigma Epistemologi Penelitian


    • Hai sahabat Kreatifitasi . Blog kali ini saya akan membahas tentang Analisis Kultivasi Berdasarkan Paradigma Epistemologi. Sebelum saya membahasnya. Saya akan menjelaskan terlebih dahulu “Apa itu Paradigma dan Epistemologi ?”

      Mari Simak dengan baik ya,  sahabat Kreatifitasi!.

      Definisi Paradigma, Ahimsa-Putra (2005) memulai dengan mendefinisikan kerangka teori sebagai berikut:

      “Seperangkat pernyataan tentang hakekat, cara memandang, cara merumuskan, dan cara menjawab suatu persoalan dengan menggunakan cara dan tata-urut tertentu, yang akan dapat menghasilkan pernyataan tertentu tentang persoalan tersebut”.

       Thomas Khun (1970) Menekankan bahwa paradigma cenderung menjadi semakin melekat seiring dengan berjalannya waktu hingga paradigma tersebut di gantikan oleh cara pandang baru mengenai dunia yang terlibat lebih masuk akal bagi para peniliti. Kuhn menyebut proses ini sebagai revolusi ilmiah. Dalam Ilmu Alam, Contohnya, fisika menurut pemikiran Newton digantikan oleh Relativisme Einstein.

       Paradigma berkisar pada tiga area, yang mewakili tiga pertanyaan filosofis yang berkaitan dengan penelitian : ontologi (ontogy), pertanyaan mengenai sifat realita, epistemologi (epistemology), pertanyaan mengenai bagaimana kita mengetahui sesuatu ; dan aksiologi (axiology), pertanyaan mengenai apa yang layak untuk diketahui.

       Menurut Vardiansyah & Febriani (2017) Menyatakan bahwa Bagian epistemologi utamanya mengupas tentang teori ilmu pengetahuan, berasal dari kata Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (teori). Epistemologi mengkaji hakikat ilmu secara struktural. Sehingga, pada akhirnya, diharapkan dapat memberi gambaran bagaimana cara membangun pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan.

       Bagian ini dimulai dengan membahas pertumbuhan pengetahuan manusia agar anda dapat melihat akar filosofis yang mendasari perspektif-perspektif ilmu komunikasi dalam membangun metodologi penelitiannya.

       Menurut Abdul Mulkhan (1993) Epistemologi adalah segala macam bentuk aktivitas dan pemikiran manusia yang selalu mempertanyakan dari mana asal muasal ilmu pengetahuan itu diperoleh.

      Dengan mempelajari epistemologi, kita dapat memiliki pemahaman yang jauh lebih mendalam mengenai suatu pengetahuan dibandingkan jika kita hanya menerima dan memahami fakta-fakta pengetahuan saja sehingga kita berpeluang besar untuk menemukan hal-hal atau teori baru.

       Contoh epistemologi secara sederhana yaitu ketika mempelajari gaya gravitasi, kita tidak hanya mempelajari pengertian, rumus-rumus gravitasi, dan lain sebagainya. Kita juga akan mempelajari asal usul ditemukannya gaya gravitasi, sifat dan karakaternya, serta validitas gaya gravitasi dilihat dari bagaimana pengetahuan ini didapatkan.

       Dua kegunaan epistemologi yang layak kita perhatikan: posisi Objektivitas dan subjektivitas.  Epistemologi objektivis percaya bahwa sangat mungkin untuk menjelaskan dunia (Karena terdapat beberapa tipe kebenaran objektif yang ada tanpa kita sadari) dan bahwa ketika peneliti mempelajari dunia, mereka berusaha mengakumulasikan potongan-potongan kecil informasi mengenai kebenaran. Cara kita mempelajari kebenaran mengenai kehidupan sosial adalah melalui ilmuwan sosial yang menggabungkan semua potongan kecil informasi ini. Inilah mengapa para ilmuwan mencoba membublikasikan temuannya dan berkumpul dalam suatu pertemuan ilmiah untuk membagikan hasil penelitian mereka.

       Sebaliknya epistemologi subjektivitas menolak penekanan bahwa kebenaran ada di luar dari orang yang mencari kebenaran. Para subjektivitas percaya bahwa dunia sosial bersifat relatif dan “hanya dapat dipahami melalui sudut pandang individu-individu secara langsung terlibat dalam kegiatan – kegiatan yang akan diteliti (Burrrel & Morgsn,1979.hal 5).

      Setelah kita telah memahami apa itu Epistemologi, kini kita akan membahas Analisis Kultivasi.

      Analisis Kultivasi

      Menurut Gerbner (1999) Analisi Kultivasi adalah sebuah teori yang memprediksikan dan menjelaskan formasi dan pembentukan jangka panjang dari persepsi, pemahaman, dan keyakinan mengenai dunia sebagai akibat dari konsumsi akan pesan – pesan media. Garis pemikiran Gerbner dalam Analisi Kuktivasi menunjukan bahwa komunikasi massa, terutama televisi, mengkultivasi keyakinan tertentu mengenai kenyataan yang dianggap sebagai sesuatu yang umum oleh konsumen komunikasi massa.

       Teori kultivasi pada dasarnya menyatakan bahwa televisi bertangggung jawab dalam membentuk atau mengkultivasi konsepsi atau cara pandang pemirsa televisi terhadap realitas sosial. Efek televisi yang menerpa khalayak secara terus menerus secara bertahap membentuk persepsi tentang realitas sosial bagi individu dan budaya secara keseluruhan. teori mengambarkan kekerasan dari televisi.

      Asumsi Dasar Teori Kultivasi
      Asumsi teori Analisis Kulitivasi yaitu sebagai berikut:

      A. Keunikan dari Televisi

      Televisi adalah satu-satunya medium yang pernah diciptakan yang tidak memiliki batasan usia. Maksudnya, orang dapat menggunakannya dalam tahun-tahun awal dan akhir dari kehidupan mereka, dan juga tahun-tahun diantaranya.

      Televisi berada di dalam lebih 98 persen rumah di Amerika serikat. Keunikan televisi adalah televisi tidak membutuhkan kemampuan membaca, sebagaimana media cetak. Televisi tidak seperti film, televisi pada dasarnya gratis (selain biaya yang dikeluarkan pertama kali untuk pesawat dan biaya iklan yang ditambahkan para produk-produk yang kita beli). Televisi tidak seperti radio, televisi mengombinasikan gambar dan suara.

      Televisi tidak membutuhkan mobilitas, sebagaimana pergi ke tempat ibadah minsalnya, atau pergi ke bioskop atau teater.

      B. Dampak dari Televisi

      Berbara Wilson dan koleganya (Wilson, Martin, & Marske, 2005) menemukan bahwa orang tua yang memberikan perhatian besar pada berita televisi berpikir bahwa anak-anak mereka memiliki resiko penculikan yang lebih besar dibandingkan orang tua yang lebih jarang menonton televisi.

       Berdasarkan asumsi ini, Analisis Kultivasi memberikan cara pemikiran alternative mengenai kekerasan dalam TV. Beberapa teori, seperti teori pembelajaran Sosial-Social Learning Theory (Bandura, 1977), mengasumsikan bahwa kita cenderung melakukan kekerasan setelah terpapar kekerasan itu sendiri.

      Pendekatan lain,seperti pemikiran mengenai katarsis, menyatakan bahwa menonton kekeraskan akan membersihkan diri kita dari dorongan untuk melakukan kekerasan dan tindakan melakukan kekerasa menjadi berkurang. Analisis Kultivasi tidak menyatakan mengenai apa yang kita lakukan berdasar menonton televisi yang penuh kekerasan melainkan, teori ini mengasumsikan bahwa menonton televisi yang penuh dengan kekerasan akan membuat kita merasa takut karena televisi menanamkan di dalam diri kita dunia yang kejam dan berbahaya.

      C. Dampak dari Televisi terbatas

      Asumsi ini terdengar aneh, namun kontribusi kepada budaya yang dapa diamati, diukur, daan idependen relatif kecil. Ukuran dari dampak jauh lebih tidak penting dibandingkan dengan arah ari kontribusinya yang berkelanjutan (Gerbner Gross, Morgan, & Signorielli, hal. 14).

      Argumen ini menyatakan bahwa dampak  dari televisi tidak memiliki konsekuensi. Sebaliknya, walaupun dampak televisi terhadap budaya yang dapat diukur, diamati, dan idependen pada suatu titik waktu tertentu mungkin terlihat kecil, dampak ini tetapi tetap saja ada dan signifikan. Lebih lanjut, Gerbner dan koleganya menyatakan bahwa ini bukan merupakan kasus dimana menonton tayangan program televisi tertentu akan menyebabkan suatu perilaku tertentu, tetapi menonton secara umum memiliki dampak yang kumulatif dan menyebar luas terhadap pandangan mengenai dunia.

      Analisis Kultivasi sebagai Teori Kritis

      Kultivasi terkadang dianggap sebagai kembalinya pandangan mengenai media massa yang memiliki dampak yang kuat.
       Analisis Kultivasi sebagai teori yang kritis mempelajar institusi sosial yang penting dalam hal bagaimana ia menggunakan fungsi penceritaan kisahnya untuk kepentingan satu pihak dibandingkan kepentingan seluruh masyarakat yang lebih luas. Selain itu, Analisis Kultivasi juga memiliki karakteristik yang sama dengan teori kritis lainnya dalam menerima asumsi-asumsinya.

      Analisis Kultivasi Berdasarkan Paradigma Epistemologi

      White dan David Klien (2002) membahas mengenai tiga perbedaan filosofi dari Ontologi, epistemologi, dan aksiologi secaea terpisah. White dan Klein memberikan label pada tiga cara filosofis ini sebagai positivistik, interpretif, dan kritis. Tiga bentuk filosofi ini sesuai tiga cara pandang (empirisme, hermeneutika, dan teori kritis) yang dikaji oleh Arhur Bochner (1985).
      Kebanyakan orang menemukann titik tengah yang mewakili cara pandang mereka terhadap dunia dengan di dasarkan pada tiga filosofi ini.

      Pendekatan Positivistik atau Empiris ( Kuantitatif ) 
      Pendekatan posivistik atau empiris beramsusi bahwa kebenaran objektif dapat dicapai dan bahwa proses meneliti untuk menemukan kebenaran dapat dilakukan, paling tidak, dengan bebas dari nilai. Tradisi ini mendukung metode ilmu alam, dengan tujuan untuk memberi membentuk teori yang bersifat umum dalam mengatur interaksi manusia.

      Pendekatan Interpretif atau Hermeneutik ( Kualitatif )
      Pendekatan Interpretif atau hermenutik melihat kebenaran sebagai sesuatu yang subjektif dan partisipasi peneliti sangat ditekankan.

      Pendekatan Kritis 
      Pendekatan Kritis adalah Pendekatan yang menekankan pada tanggug jawab peneliti untuk mengubah ketidakadilan dalam kondisi status quo. Status quo berasal dari bahasa Latin, artinya 'keadaan tetap sebagaimana keadaan sekarang atau sebagaimana keadaan sebelumnya'. Jadi, mempertahankan status quo berarti mempertahankan keadaan sekarang yang tetap seperti keadaan sebelumnya.

       Analisi Secara Kultivasi Secara Epistemologi kita dapat melihat Secara Posisi Objektivitas. Bahwa Televisi seharusnya menyajikan Program atau Berita secara Objektif dan Mendidik. Tanpa ada tambahan karangan cerita. yang dimana tayangan televisi harus memiliki tanggung jawab terhadap Kebenaran dari Program atau Berita yang mereka tayangkan. Sedangkan Secara Posisi Subjektivitas. Program Acara televisi tidak harus Objektif. Kita dapat memberikan sedikit tambahan cerita dalam Berita yang kita Siarkan agar lebih menarik dan banyak diminati. Contohnya seperti Sinetron.

      Tetapi Seperti yang kita ketahui. Di Indonesia terdapat 2 Chanel TV Stasiun Swasta yang Memihak pada Salah satu Calon Presiden. Chanel A lebih Pro untuk memberitakan Presiden ini dan Menayangkan Keunggulan dari Calon Presiden ini. Dan Sebaliknya Chanel B. Sehingga disini terlihat Subjektivitas Dalam Penayangan Televisi.

      Oke. Sahabat Kreatifitasi. Sekian Blog saya tentang Paradigma Epistemologi. Sampai Berjumpa diBlog saya berikutnya :) .

      Daftar Pustaka

      Erna Febriani, Dani Vardiansyah. (2017) Filsafat Ilmu Komunikasi: Ontologi, Epistemologi, Aksiologi : Universitas Esa Unggul

      West & Turner. (2008). Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.

      Baktiar, Amsal. 2004. Filsafat Ilmu. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

    • Posted by Kreatifitasi
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

MY GOALS IS MY WORLD



    • Hai para pemuda indonesia !
      Welcome to My Blog. Lama tidak berjumpa dengan ku Gilang sarifudin, Manusia biasa yang memiliki banyak mimpi. kali ini saya akan membagi cerita saya tentang GOLS saya.
      saya memberi judul blog saya kali ini "MY GOALS IS MY WORD".

      Pasti kalian memiliki banyak mimpi dan ingin mewujudkan mimpi itu. begitu juga dengan diriku.Hidup tanpa mimpi bagaikan minum kopi dengan garam. Pait. Okey. lansung saja, saya ceritakan tentang GOLS saya. Simak baik - baik yaaa....

      Pada tahun 2018. saya akan mendirikan usaha kuliner yang bernamakan "DONGKAL YUKS!". Usaha ini saya akan bekerja sama dengan mama saya tercinta. saya ingin memperkenalkan kue khas betawi dan saya ingin membuat kue dongkal menjadi kue yang disukai anak - anak muda. saya akan membuat variasi rasa untuk kue dongkal ini. agar tidak bosan dinikmati.

      Pada tahun 2019. saya akan membentuk komunitas sosial yang bernamakan HI YOUTH!. Arti Dari HI YOUTH! itu adalah Mari Pemuda! , disini saya ingin mengajak pemuda indonesia untuk bergerak melakukan kegiatan yang positif. Saya ingin HI YOUTH! bisa menjadi wadah bagi para pemuda untuk membantu orang - orang yang kesulitan diluar sana. Mimpi saya HI YOUTH! dapat menjadi komunitas yang dikenal sampai ke internasioanal dan menjadi salah satu komunitas yang menginspirasikan banyak anak  muda saat ini. Slogan dari HI YOUTH!. "Jangan Takut untuk Berbagi, Takutlah saat kau tidak Bisa Berbagi"

      Tahun 2021. Hari bersejarah bagi saya. GILANG SARIFUDIN, SI.KOM. yap, saya telah menjadi sarjana ilmu komunikasi dengan IPK 4.0 dan saatnya saya mengejar mimpi saya bekerja di NET TV.

      Pada tahun 2022 Saya akan menjadi kepala tim kreatif di NET TV. saya ingin membuat suatu program yang bertemakan motivasi. program ini berupa Talk Show Motivasi dan saya bermimpi bisa menjadi pembicara dalam acara talk show tersebut sebagi motivator muda.

      Pada tahun 2023 Saya ingin membangun rumah untuk ke dua orang tua saya dan rumah masa depan saya dengan pasangan hidup saya.Saya ingin membangun rumah dengan konsep natural dan simpel yang memiliki 3 lantai, kolam renang,taman bermain dan kebon bunga.

      Pada tahun 2024 Saya ingin membeli Mobil idaman. 2025 saya meberangkatkan Ayah dan Ibu saya pergi Haji. dan pada 2026 saya akan menikah dengan bidadari kedua setelah ibu saya. dan di 2027 saya akan mendirikan Brand Fashion "TWIN TAILOR". saya mendirikan usaha ini untuk Bapak saya tercinta. dia adalah penjahit luar biasa dihidup saya dan saya ingin membangun usaha ini dengan istri saya. dan kelak saya Brand saya bisa GO internasional.

      Ada kalimat motivasi dari saya. Jangan pernah takut untuk Salah, Jangan pernah takut untuk Gagal, Jangan takut untuk terjatuh. karena tanpa itu kaliant tidak bisa mengerti arti keberhasilan.


      Saya Gilang, Sekian cerita saya kali ini. See You .....





    • Posted by Kreatifitasi
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

"GAK USAH BANYAK ALASAN!" - IMAN USMAN




    • "GAK USAH BANYAK ALASAN!", Itulah kalimat inspirasi yang kudapat dari Iman Usman. Dia adalah sosok motivasi muda yang sangat inspirasi bagi anak muda indonesia saat ini. Banyak kisah inspirasi yang kudapat dari iman usman, salah satunya dia adalah pendiri Ruangguru.com, sebuah situs yang menyediakan ruang untuk ‘belajar apapun dari siapapun’. Berbagai pilihan kelas belajar online maupun kelas privat offline ditawarkan lewat situs ini. Jadi para pelajar dari berbagai tempat di Indonesia bisa mencari guru privat sesuai kebutuhan dan kriteria mereka. Dengan beragam fasilitas yang ditawarkan, tidak salah kalau Ruangguru disebut sebagai salah satu startupter depan dalam bidang pendidikan. 

       Selain itu ada kisah menarik yang kudapat dari Iman Usman yaitu dia sangat menggemari Karakter fiksi Harry Potter atau nama karakter aslinya yang bernama Daniel Radcliffe dan Harry Potter merupakan motivator yang mengubah hidupnya menjadi sukses saat ini. Iman Usman pernah bertekad kelak dia akan bertemu lansung dengan tokoh inspirasi hidupnya  Harry Potter. Iman Usman mulai belajar bahasa inggris agar kelak dia bisa berbicara lansung dengan Harry Potter. dia membeli buku Harry Potter yang Versi berbahasa inggris, Iman menggunakan Kamus elektronik untuk menerjemahkan kata-kata yang dia tidak tau, Jadi intinya Iman mulai Belajar Berbahasa Inggris dari Buku Harry Potter Versi yang berbahasa inggris.sampai akhirnya mimpinya untuk bertemu dengan Harry Potter terwujud. Daebakkk.....



      Kecintaan Iman pada kisah fantasi Harry Potter begitu dalam. Karena Harry Potter-lah Iman sudah belajar jadi pengusaha di usia muda. Yup, di usia 14 tahun Iman sudah berjualan pernak-pernik Harry Potter di situs miliknya. Tapi disamping kecintaannya terhadap serial fiksi ini, jiwa kewirausahaan Iman memang sudah terlihat menonjol sejak usia dini. Ketika masih di bangku SD, Iman berinisiatif mendirikan perpustakaan kecil yang juga menawarkan jasatutoring pada teman-temannya di teras rumahnya.


      Dimana Kuliah Iman Usman?


      Iman Usman bukan lulusan UI, UGM, UNAIR, UB, atau universitas indonesia lainnya, melainkan Iman Usman lulusan dari Columbia University, yang berada di New York. Selain itu Iman Usman merupakan peraih nilai UN IPS tertinggi di Padang, Pemimpin Muda Indonesia 2008, Duta Muda ASEAN 2011, penerima nominasi Kick Andy Heroes 2011, Mahasiswa Berpretasi Utama Tingkat Nasional 2012, sampai UNICEF Young Innovator to Watch 2015, hanya sejumlah kecil predikat serta penghargaan yang diterima Iman. Di tahun 2009 Iman juga turut menggagas Indonesian Future Leader, organisasi pemuda non-profit yang bertujuan untuk memberdayakan anak muda Indonesia untuk program-program pengembangan masyarakat. 
      Iman Usman juga menjadi pembicara termuda dari Indonesia untuk berbicara di depan Majelis PBB, Tentang "Pemuda."

      Iman Usman merupakan bagian dari komisi PBB, Yang isinya seperti : Presiden Jokowi, Shakira, Jack Ma.

      Mungkin kamu berpikir Iman Usman merupakan Anak yang orang tuanya kaya raya, Kehidupan Iman Usman itu Sederhana, Dia lahir di Kota padang, dan dimana orang-orang sana tidak telalu banyak yang bisa berbahasa atau berbicara bahasa Inggris.

      SO, Hal yang dapat kalian dan aku ikuti dari Iman Usman adalah .....



      Dan yang terpenting Untuk anak muda atau generasi muda saat ini yaitu "JANGAN BANYAK ALASAN"

      Kita mempunyai banyak alasan seperti melakukan Pekerjaan atau hal-hal lainnya, Contohnya Seperti:
      §  Saya terlalu keberatan untuk melakukan tugas ini
      §  Saya tidak bisa untuk mengerjakan Tugas ini itu.

      Mungkin kamu lolos dengan alasan itu, tetapi 1 hal yang disampaikan Iman Usman adalah "ALASAN-ALASAN ITU SEMUA TIDAK AKAN PERNAH MEMBAWA KAMU MENJADI SUKSES"

      Nah coba lakukan dulu apa yang sudah diperintah, jalanin dulu jika kamu ada kesalahan atau tidak tau kamu bisa meminta beritahu kepada orang yang tau.
      Jika kamu ingin sukses kedepannya, mulai konsisten, mulai tekun, mulai belajar apa yang ingin kamu sukai dan tekunilah itu.


      Sekian kisah ku tentang Iman Usman, Motivator muda yang ku banggakan, kelak aku akan seperti dia. AMIN! 


      Oyaaa, bagi yang mau lihat video Iman Usman Monggo di Klik !




    • Posted by Kreatifitasi
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

34 Model Unik Mengikat Tali Sepatu


    • 1. Criss Cross Lacing

        

      2. Over Under Lacing

        

      3. Straight (European) Lacing

        

      4. Straight (Bar) Lacing

        

      5. Straight (Easy) Lacing

        

      6. Hiking Lacing / Biking Lacing

        

      7. Sawtooth Lacing

        

      8. Shoe Shop Lacing

        

      9. Display Shoe Lacing

        

      10. Ladder Lacing

        

      11. Spider Web Lacing

        

      12. Double Back Lacing

        

      13. Bow Tie Lacing

        

      14. Army Lacing

        

      15. Train Track Lacing

        

      16. Double Helix Lacing

        

      17. Double Cross Lacing

        

      18. Hash Lacing

        

      19. Lattice Lacing

        

      20. Zipper Lacing

        

      21. Riding Boot Lacing

        

      22. One Handed Lacing

        

      23. Segmented Lacing

        

      24. Knotted Segment Lacing

        

      25. Hidden Knot Lacing

        

      26. Loop Back Lacing

        

      27. Knotted Lacing

        

      28. Twistie Lacing

        

      29. Roman Lacing

        

      30. Hexagram Lacing

        

      31. Pentagram Lacing

        

      32. Footbag Lacing

        

      33. Lock Lacing

        

      34. Checkerboard Lacing

        
      sumber : www.google.co.id
    • Posted by Kreatifitasi
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment
href="http://permathic.blogspot.com/2012/05/kumpulan-animasi-bergerak-yang-lucu-dan.html" target="_blank">My Widget

Popular Post

Followers

About Me

Foto Saya
Nama saya Gilang sarifudin. Saat ini saya sedang sibuk kerja dan kuliah. Saya kuliah di Esa unggul jurusan Hubungan Masyarakat (Humas).

Total Pageviews

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Blogger templates

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

- Copyright © 2013 KREATIFITASI - Oreshura - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -